Penjual Kacang

Dia hanya ingin makan
Dia tidak ingin meminta
Dia tidak ingin uluran tangan

Dia hanya ingin bertahan hidup
Dia merubah keringatnya menjadi uang
Dia merubah kesalnya menjadi makanan

Dia hanya ingin bernafas
Dia bayar dengan uang untuknya
Dia tebus dengan keringat untuknya

Dia hanya ingin mereka sadar
Membuka mata mereka dengan tangan rapuhnya
Mendobrak hati mereka dengan tubuh lemahnya

Dia adalah tuna wisma
Jalanan menjadi ladangnya
Kacang menjadi benihnya
Berharap uang menjadi buahnya


15 November 2013.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.