Minggu Merindu

Meriang-riang air muka
Ketika dia bersolek wajah
Penat tak lagi kentara
Lelah pun entah kemana

Minggu berberkah
Siang bercahaya
Riang pun aku pula
Dia hadir dalam asa

Minggu yang indah
Tanya saja pada si Jagung Bakar
Tanya juga pada sang Gapura
Mereka saksi tak terbantah

Minggu tersayang
Aku datang, Sayang
Hanya membawa sayang
Dengan sepelintir harap kau sayang

Minggu merindu
Selalu merindu dengan minggu itu
Merindu gadis masa depanku

Geraian alam membuka jalanku
Hujan menyemarakkan minggu lalu

Tuhan
Apalagi keajaiban ini?
Kejutan apalagi yang Kau beri?

Tuhan
Mingguku bertabur bintang
Malamku bersama bulan
Bangunku tersambut riang

Tuhan
Mingguku merindu
Bahkan senin sampai sabtuku
Kapan mingguku tidak kelabu?

Tuhan
Kuatkan dia yang sedang menunggu
Lapangkan aku yang sedang merindu
Eratkan kita yang sedang bertaruh
Satukan kita dengan ridha-Mu

Tuhan
Aku merindu minggu-minggu yang lalu

Lamongan, 23 Februari 2014.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.