Al-Ma'ruf in Memory

Aku masih ingat saat itu
Saat pergi dari pangkuan ibu
Aku sempat menangis tersendu-sendu
Nada kelu berjalan menggiringku

Aku juga ingat saat itu
Kala rembulan bicara pukul tujuh
Saat aku dan ayahku menutup pintu
Menjauh dari pandangan ibu
Berpuluh - ribu jarak tertutup
Kandas bersama asap putih
Kandas jauh

Sangat jelas saat aku berhadapan dengan gerbang
Jeruji hitam nan dingin menatap mesra kedatanganku
Rintihan suara angin bergumul indah
Malam yang sejuk mendekap mesra
Riang gembira suara insan
Menyambut sopan aku yang datang

Mungkin saat itu saat terasing di ribuan malam
Dan pagi terburam di ribuan pagi

Entah apa yang terlintas saat itu
Saat pertengahan 2011 lalu
Sampai langkah ini berhasil menuntunku
Ke suatu tempat berpagar ilmu

Dan apa yang terlintas saat ini
Saat semuanya tak lagi dini
Pelukan waktu pun terlepas kini
Kala Al-Ma'ruf mengucap 'Silahkan Pergi!'
Dan kami hanya bisa membalas 'Don't Forget Me!'
Dan satu dari kami menambah, 'This Boarding Always in Our Memory'

Kami pun pergi bersama panji
Tetesan air mata tak terhalangi
Ingat yah! Dawuhe Abah Yai
'Ojo nggawe perkoro seng ngelekno SANTRI'
Karo sisan samean tak weruhi
'Karo ojo lali karo seng nggawe puisi ik'
Keep Woles and Always Ngaji

Lamongan, 8 Juni 2014.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.