Dia- log-

Sidang DPR yang tiba-tiba seperti taman kanak-kanak
Bu, Saya mau mati saja!
Loh, Cong. Kowe iki lapo kok tambah nyeleneh mben ndino?
Saya mau mati, Bu
Kowe iki lapo, Cong?
Saya mau segera masuk ke Surga, Bu
Haduh, Cong. Surgone mbahmu tah?
Iya, Bu. Surga itu milik kakek saya, Adam
Kowe wes pinter malik omongan, yoh, Cong?
Semua sudah bisa, Bu, bahkan saya lihat di tivi-tivi kemarin banyak bapak-bapak yang saling balik – membalik meja
Seje, Cong. Kowe iki anakku, Pertiwi
Lah mereka anaknya siapa dong, Bu?
Wong iko? Emboh, Cong, jarene seh yah anake Pertiwi liyo, tapi yah gak mungkin ono anak nangisno mbokne dewe iku
Saya ragu, Bu
Mamang opo maneh, Cong?
Tadi saya sembahyang, katanya kunci Surga itu harus berbakti kepada ibu, Ibu Pertiwi

Yogyakarta, 11 Maret 2015.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.