Sajak 'Terima Kasih'

Puisi memang salah satu media tersakral menurut saya untuk mengungkapkan dan merekam sesuatu. Entah percaya atau tidak, kurang lebih sebagian dari hidup saya sudah terekam oleh coretan-coretan di dinding atau apalah, dan saya menyebutnya itu adalah puisi. Seperti puisi di bawah ini, adalah salah satu kesyukuran yang bisa saya rekam. Entah indah atau basi, tapi ini nyata, untuk seseorang yang jauh di sana, seseorang yang tak pernah jauh di hati, dan seseorang yang selalu menempel di tiap sela otakku. Percaya atau tidak, dia adalah temanku, cuma sebatas teman, tapi teman hidup untuk selamanya :
Berterima kasihlah kepada waktu
Karenanya kita bisa bertemu
Berterima kasihlah kepada temu
Karenanya kita mengerti sesuatu
Berterima kasihlah kepada sesuatu
Karenanya kita merasakan rindu
Berterima kasihlah kepada rindu
Karenanya kita merasakan pilu
Berterima kasihlah kepada pilu
Karenanya kita mengerti apa itu ‘jauh’
Berterima kasihlah tentang pelajaran
Karenanya kita mengerti pengalaman
Berterima kasihlah tentang pengalaman
Karenanya kita merasa tak terpisahkan
Berterima kasihlah tentang tak terpisahkan
Karenanya kita mengerti sebuah tantangan
Berterima kasihlah kepada tantangan
Karenanya saya tak pernah melepaskan gerangan
Berterima kasihlah kepada Tuhan
Karena anda mendapatkan saya yang bodoh sekaligus bajingan
Berterima kasihlah kepada Tuhan
Karena saya mendapatkan anda yang semua juga tahu bahwa memang cantik rupawan

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.