Banyak yang belum tahu memang asal-usul Pak Derp
itu apa dan dari mana, kebanyakan warganya juga begitu, kurang begitu kritis
dengan asal usul si Bapak Ketua RT itu. Kemarin waktu pemilihan, mereka sama
sekali tidak mementingkan asal-usul Pak Derp, karena mereka sudah yakin dengan
jargon Pak Derp yang katanya bekerja untuk rakyat. Entah juga rakyat yang mana
yang Pak Derp maksud, pasalnya, rakyat kan tidak hanya satu macam, nah,
sekarang ada berita yang tidak sedap, entah kurang bumbu atau kurang garam,
tapi berita ini cukup membuat Pak Derp pusing tujuh keliling. Banyak warga-warga
yang sudah mulai kritis, entah habis kecelakaan dari mana, tapi yang jelas
bukan kritis yang itu. Lebih tepatnya otaknya sudah terlalu lama sendiri, sudah
terlalu lama aku sendiri *wahhdalah kok malah nyanyi* yang benar itu, otaknya
sudah terlalu sering dijejali oleh janji-janji yang seperti jajanan goceng
tahun 90-an, yang besar wadahnya tapi isinya cuma angin. Kan rugi?
Menyimpang dari asal-usul Pak Derp, masyarakat
dusun Wancakiyah sudah dilanda oleh berita-berita yang tidak menarik, seperti
yang lagi menjadi trending topic adalah salah satu jargonnya Pak Derp,
ketua RT mereka sendiri. Mana lagi kalau bukan yang “Bekerja untuk Rakyat”,
para pemuda kreatif dusun Wancakiyah sudah bosan dengan jargon yang mereka
nilai sudah terlalu mainstream dan mengibul, sehingga timbul di pikiran mereka,
kan, emaknya Pak Derp juga sebagai rakyat biasa, kan? Terlepas yang statusnya
adalah sebagai emak dari Pak Derp sendiri, tapi tetap saja rakyat biasa, bukan?
Lah, namanya juga pemuda yang kreatif dan kritis, tentu saja ini mengganggu,
sehingga terciptalah pemikiran, bahwa yang dimaksud dalam jargon “Bekerja untuk
Rakyat” milik Pak Derp adalah bekerja untuk keluarganya sendiri, dalam konotasi
bahwa rakyat adalah emaknya, dan emaknya adalah rakyat *loh sama*. Tidak pantas
juga, kan, kalau Pak Derp sebagai seseorang yang berpendidikan tinggi dan
bergelar “Haji” masak membantah ke emaknya sendiri? Bisa kualat nanti Pak Derp,
bisa makin kurus nanti tidak diurusin lagi sama emak.
Kembali lagi ke asal mula Pak Derp. Sebenarnya,
Pak Derp itu adalah nama gaul dari Joko (nama asli Pak Derp), tapi bukan Joko
temannya Otong yang kemarin kalah main catur, bukan! Joko ini asli dari Jawa,
lho! Lihat saja kulitnya, badannya, postur tubuhnya, samakan juga dengan
aktor-aktor yang memerankan pembantu di sinetron-sinetron, kan mirip banget.
Joko ini katanya seseorang yang aktif di dunia maya, tepatnya di salah satu
situs yang memang mengusung nama Derp sebagai tokoh yang paling sering muncul.
Nah, sebelum Joko ingin mencalonkan Ketua RT di dusun Wancakiyah, Joko tentunya
harus punya nama keren, dan terciptalah Pak Derp yang menurutnya bisa menjual
namanya, bahkan mungkin harga dirinya. Jadi, mulai sekarang, masyarakat juga
sudah tahu, bahwa Pak Derp adalah nama keren dari Joko, dan Joko adalah nama
asli dari Pak Derp. Aslinya, sih, sama, jadi jangan pernah bingung mulai dari
sekarang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.
Jangan lupa sandalnya dibawa.