Apa artinya
nilai bagus untuk sebuah seleksi yang kurang selektif?
Ini berupa
pengalaman nyata saya tentang seleksi nasional yang bertujuan mempermudah dan
membantu siswa untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi dari pendidikan. SNMPTN,
akronim dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah sebuah
program yang dicanangkan pemerintah khususnya di bidang pendidikan untuk
membantu siswa yang dinyana berbakat baik dari sisi moral maupun akademik untuk
masuk ke sebuah perguruan tinggi negeri favorit masing-masing. Tujuan lainnya
adalah untuk meringankan biaya siswa terpilih di dalam suatu perguruan tinggi
tersebut, dengan menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKM) sebagai biaya
pendidikan per semesternya. Sistemnya sangat baik dan selektif, pemerintah
menyaratkan untuk menyeleksi siswa-siswa yang mempunyai nilai rapor di atas
rata-rata dan cenderung meningkat, nilai akhir ujian nasional, dan berbagai
faktor yang menjadi rahasia panitia.
Banyak
siswa-siswa yang terlena akan iming-iming kuliah murah, apalagi di perguruan
tinggi negeri yang cenderung favorit. Siswa berbondong-bondong untuk
memanjatkan doa-doa agar terpilih sebagai siswa yang masuk seleksi tersebut.
Mereka memaknai peristiwa ini sebagai hasil balas budi ke orang tua, karena
tentunya tidak ada orang tua yang tidak bangga jika anaknya membanggakan, dan
dalam masyarakat luas sebuah nilai membanggakan bagi anak adalah jika bisa
masuk ke perguruan tinggi negeri.
Tidak ada
yang tidak menyambut baik program pemerintah ini, semuanya menyambutnya dengan
tangan terbuka. Mulai dari ujung timur sampai barat negeri pun saling berusaha
untuk dapat menjadi siswa yang terseleksi.
Ini juga
merupakan pengalaman saya. Saya lulusan tingkat menengah atas pada tahun 2014,
dan sekarang kuliah di sebuah kampus swasta kecil di Yogyakarta. Saya dulu
mungkin adalah seseorang yang menjadi korban 'salah tebang' di seleksi ini.
Tapi saya tidak memperssalahkan itu, yang saya permasalahkan adalah salah satu
teman saya yang bernama Mawar dan Otong, yang kebetulan sudah saya bahas di
postingan sebelumnya.
Saya sebagai
seseorang yang 'gagal', tentunya tidak ingin adik-adik kelas saya senasib
dengan saya. Saya tulis artikel ini untuk sekedar membuka mata kalian terutama
adik-adik untuk lebih mengenal sistem SNMPTN yang tentunya tidak ada seorang
pun yang tahu tata cara penilaiannya.
SNMPTN
mempunyai berbagai rahasia yang tidak bisa dipecahkan hanya dengan nilai rapor
dan ujian nasional yang tinggi, tidak juga dengan kualitas otak yang lebih
tinggi dari rata-rata. Terus terang, saya minta maaf jika ada pihak-pihak yang
mempermasalahkan postingan saya ini. Saya tidak meremehkan anda-anda yang sudah
berhasil menyabet gelar mahasiswa melalui seleksi ini. Mungkin anda-anda
sekalian memang orang-orang terbaik yang dipilih, tentunya tidak semua baik,
bukan? Saya sekali lagi minta maaf untuk segala postingan ini yang mungkin akan
berkesan sindiran untuk kalian, para pemenang SNMPTN.
Apasih
pentingnya nilai bagus dalam SNMPTN? Tentunya sangat penting, bahkan sangat-sangat
penting. Pemerintah tentunya tidak tidur saat membuat program ini, tapi, kenapa
masih banyak peserta-peserta yang salah sasaran dalam pemilihan? Memang
termaklumi, karena ini adalah program yang dibuat oleh tangan manusia, yang
notabene manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan lupa. Tapi, apakah wajar
jika program sebegitu sakralnya untuk bangsa harus salah sedemikian besarnya?
Tentunya sifat lupa manusia tidak bisa dijadikan alasan untuk berbuat salah
dalam jumlah yang sangat banyak. Kesalahan terkecil sudah pernah bahas di
postingan saya yang sebelumnya, dan mendapatkan beberapa 'protes' dari pembaca.
Saya tidak mempermasalahkannya, itu pemikiran saya.
Dan untuk
tips yang akan saya bagikan kali ini adalah tips yang berbentuk spekulasi.
Hanya spekulasi, belum teruji bahkan terbukti. Tapi, setidaknya ada bukti kuat
untuk hanya sekedar menebak hasil dari spekulasi ini.
Tips pertama
adalah tentunya harus dengan nilai yang bagus. Memang tidak menutup kemungkinan
bahwa nilai bagus tidak menjadi prioritas dalam penilaian SNMPTN, tapi
setidaknya, jika kita tidak lolos dalam seleksi ini, kalian sudah mempunyai
bekal untuk bertahan hidup di jaman dimana pendidikan menjadi penentu masa
depan pelakunya.
Apalagi
gagal dalam seleksi ini dengan nilai yang tidak buruk atau malah cenderung
baik, tidak usah menyalahkan siapa pun seperti yang saya lakukan. Cukup belajar
lagi, dan tentunya jalan menuju Roma tidak cuma satu, bukan? Apa yang
membedakan kampus negeri dengan kampus swasta? Ini pun sudah saya bahas di postingan
saya yang sebelumnya juga.
Tips yang
kedua adalah dengan berbaik hati kepada siapapun dan jangan membuat kesalahan.
Tentunya tips yang kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan aspek yang dinilai
oleh panitia SNMPTN. Tapi, berbuat baik kepada siapapun akan membuat kita
menjadi dihormati dan akan banyak yang menyemangati kita, walau pun di akhir
hasil kita tidak lolos dalam SNMPTN.
Gagal pun
dalam SNMPTN, tidak hanya sendirian yang gagal, bukan? Teman-teman yang sudah
kalian perlakukan dengan baik pun akan mendukung kalian, akan memotivasi kalian
untuk bisa berdiri dengan tidak loyo. Teman yang baik didapatkan dengan berbuat
yang baik pula.
Tips yang
terakhir, yang ketiga adalah berdoa. Entah apa pun agama kalian, tidak ada
perintah yang melarang kita untuk berdoa dan meminta kepada Tuhan. Apa pun
agama kalian pula, Tuhan adalah pemimpin yang Maha Hebat dan Maha Mungkin.
Dengan nilai yang pas-pasan dan cenderung buruk, tidak menutup kemungkinan pula
untuk kita bisa lolos SNMPTN.
Ada beberapa
bukti nyata tentang kemanjuran dari doa. Dan doa yang terpenting yang kalian
harus panjatkan bukan untuk kalian lolos SNMPTN, tapi doa untuk membuka mata
batin pemerintah atau jajarannya untuk menyeleksi lagi dengan selektif dan
transparan. Agar kita memang bisa mengawasi laju seleksi dengan seksama dan
tidak ada kecurangan di dalamnya, tentunya jika demikian, saya tidak akan
pernah menulis postingan ini.
SNMPTN
memang disengaja untuk tertutup, apalagi cara-cara dalam pencapaiannya. Entah
apa yang dimaksudkan oleh panitia tersebut, mungkin mereka akan mengira bahwa
target akan berjuang sekuat tenaga dan terbaik agar bisa lolos dalam SNMPTN.
Dan tidak memikirkan bahwa kesalahannya adalah membuat kita gundah sekaligus
curiga, dengan nilai sembilan kalah dari nilai seperempatan.
Yogyakarta,
11 Januari 2015.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.
Jangan lupa sandalnya dibawa.