Memang banyak banget, sih, tempat-tempat
yang seharusnya tidak untuk dijadikan inspirasi menulis malah dijadikan tempat
terenak buat menulis. Entah apa pun itu, semua orang pasti punya versinya
masing-masing. Contohnya saya ini, entah setan apa yang masuk ke tubuhku. Pasti
kalau orang yang normal, mungkin berak hanya sekedar berak. Tentunya beda lah
dengan orang yang lain, seperti saya ini, yah, mungkin memang saya tidak
seperti orang-orang. Dalam artian yang baik, loh, yah.
Selepas upacara. Tentunya hari senin. Dengan
kasta tertinggi di jenjang menengah atas. Tentunya kelas dua belas. Terbesit beberapa
kata yang ingin kutuliskan dalam catatan ponselku. Dan tempat yang paling
menginspirasi dan enak buat menulis adalah. WC. Ya, WC. Entah kenapa, tapi
inilah hasil tulisannya :
Sepasang Sepatu
Sepasang sepatu
Sepatuku sepasang
Sepasang berwarna hitam
Sepatuku teramat mulia
Sepasang demi sepasang
Kanan kiri kanan kiri
Sepasang sepatuku
Sepasang dengan engkau
Menyelam di pendidikan denganmu
Sepasang yang sangat mengesan
Sepatuku sudah mau habis
Tinggal bekas-bekas sepasang sepatu
Yang tertinggal di MAN LAMONGAN
Sepasang sepatuku
Terimakasihku kepadamu
Engkau tak pernah mengeluh
Mengendus-endus kakiku yang bau
Sepasang sepatuku
Terimakasihku lagi kepadamu
Kau tak pernah mengeluh
Meskipun harus terinjak-injak oleh kakiku
Oh sepasang sepatu
Lamongan, 31 Agustus 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.
Jangan lupa sandalnya dibawa.