Otong Lewat Tol Laut Pak Derp


Hari ini tepat di hari dimana Derp menjabat sebagai Ketua RT untuk hari ke seratus. Semua orang selalu berbincang-bincang akan hal ini, tak terlewatkan juga dengan Otong dan temannya, si Herp.
Semua warga juga turut bahagia akan hari ini. Apalagi Pak Derp yang merayakan hari ini dengan mengadakan pesta kecil-kecilan, istilahnya tasyakuran di hari ke seratus terpilihnya Pak Derp sebagai ketua RT dusun Wancakiyah. Berbondong-bondong warga memenuhi alun-alun yang memang sudah didesain khusus untuk acara ini, pun dengan menghadirkan grup musik terkenal, Blank, yang notabene juga salah satu grup musik pendukung kemenangan Pak Derp. Antusiasme warga akan hal ini pun semakin terpompa, karena memang anak-anak muda di dusun Wancakiyah dan sekitarnya adalah salah satu fans berat dari grup musik Blank.
Tidak menunggu beberapa jam lagi, alun-alun dusun pun dipenuhi mulai dari anak muda hingga tua, baik dari desa Wancakiyah sendiri maupun dari desa-desa tetangga. Otong dan Herp pun berada di barisan paling depan sendiri, mereka memakai atribut yang turut digunakan oleh orang-orang dalam peramaiannya. Dan sekarang sudah hampir tiba di acara yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, yakni giliran grup musik Blank untuk beraksi.
Semua kebahagiaan tumpah ruah di alun-alun tersebut. Gaya apa pun ada dalam joget kebahagiaan itu. Mulai dari gaya apapun ada, dan gaya yang paling kontroversional yaitu goyang dribel pun ada. Semua ada, tidak luput juga goyangan-goyangan khas si Otong dan Herp yang mereka namakan goyang Piltres, atau akronim dari Pilihan gaya Stres.
Kurang lebih satu jam lebih grup musik Blank mengisi acara tersebut, dan semuanya bersenang-senang. Dan akhirnya di acara paling puncak, yaitu pidato dari Pak Derp sebagai ketua RT. Saat pidato itu diluncurkan Pak Derp dari mulutnya, semua orang takzim mendengarkan. Tidak ada lagi slengekan atau gerakan-gerakan yang tidak berarti. Semua terlihat sangat mafhum akan perkataan Pak Derp. Semua mengapresiasikan dengan tepuk tangan dan sorakan.
Sekitar satu setengah jam lebih pidato itu tersampaikan, dan masuklah ke sesi tanya jawab, yang memang sesuai dengan jargon Pak Derp, yaitu menjawab ‘Selalu Menjawab Pertanyaan Rakyat’. Sudah empat sampai enam pertanyaan yang dilontarkan ke Pak Derp, dan beliau pun sangat fasih dalam menjawabnya, pun yang bertanya juga sangat mafhum dan puas dengan jawaban yang beliau sampaikan. Sampai akhirnya si Herp, teman Otong yang mengacungkan tangan. Dengan sikap baik hatinya Pak Derp, dia pun langsung menunjuk si Herp agar berdiri dan maju ke atas panggung. Herp pun maju dan bertanya.
“Pak Derp, bagaimana ini kabarnya?” tanya Herp basa-basi. Dan beruntunglah, Pak Derp pun menanggapi basa-basi itu dengan lelucon yang sebenarnya tidak lucu.
Herp tetap saja tertawa, mengingat yang di depannya adalah seseorang yang sekarang notabene menjabat sebagai orang tertinggi di RT 12 dusun Wancakeriyah.
“Pak, dulu kan pas kampanye Pak Derp berjanji untuk membangun tol laut. Apa itu sudah bisa kami nikmati? Saya kepengen banget melihat tol laut, Pak,” tanya Herp dengan polosnya. Pak Derp hanya tertawa dengan tingkah Herp, dan beliau mendongakkan kepala, kemudian bertingkah ke semula sembari memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan si Herp. Pak Derp memang terkenal dengan perawakan yang cukup pintar, apalagi dalam masalah bicara, dia sangat fasih mengolah bahasa sehingga menjadikan semuanya terkagum-kagum dengan kemampuan yang jarang sekali orang lain miliki.
“Sudah, kok, Mas Herp,” jawab Pak Derp singkat. Langsung kembali mengulas senyuman khasnya.
“Kalau Mas Herp mau menikmatinya, bisa kok. Mungkin kapan-kapan sampeyan mau ke dusun sebelah, dusun Ningagiyah bisa melewati tol laut tersebut. Dan di sana terbuka untuk umum, semua bisa menikmatinya,” jawabnya panjang lebar.
Semua warga akhirnya tenang dan gembira selepas perayakan itu digelar. Semuanya bersuka cita, tidak ada yang menggalau ria atau bahkan sampai berduka cita.
Selepas acara itu selesai, si Herp memutuskan untuk menuruti kehendaknya dengan menikmati betapa hebatnya tol laut yang Pak Derp bicarakan. Dia menarik tangan Otong agar tidak segera pulang, Otong pun hanya meng-iya-kan ajakan Herp, karena di samping itu, Otong juga sangat ingin melihat perkataan hebat Pak Derp, yang memang separuh hidup RT 12 dusun Wancakiyah dia emban selama masa jabatannya sebagai ketua RT.
Dia berencana untuk mengemudi mobil butut si Herp untuk menikmati tol laut kebanggaannya tersebut. Saat ini, Otong yang menyetir karena memang dia yang punya SIM yang masih hidup. Herp meng-iya-kan tawaran Otong. Mereka mengemudikan mobil itu dengan konsentrasi penuh, sembari bersetubuh dengan alam yang begitu indahnya. Wancakiyah memang salah satu dusun yang sangat istimewa di sini, ada beberapa tanaman atau pepohonan yang membuat dusun ini begitu menakjubkan.
Sudah hampir sampai. Tol laut itu sudah dua pelemparan batu, dan Herp sudah tidak sabar dengan apa yang diingin dibuktikannya. Otong pun demikian, dia sudah siap-siap untuk membaca kalimat-kalimat Tuhan terbaiknya.
Sudah hampir sampai. Tiba-tiba mereka dikagetkan mobilnya tiba-tiba berhenti! Tidak ada yang menyangkanya, apa mungkin ini salah satu fasilitas dari tol laut? Otong dan Herp bertanya-tanya dalam pandangan mata. Mereka bingung, saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba mobilnya terangkat! Mereka tambah bingung dengan keadaan ini. Otong ingin keluar, Herp juga ingin menyusulnya. Dan saat langkah kaki itu tiba dalam keadaan keluar dari mobil, mereka tambah kaget. Kaki mereka sudah tergenang oleh genangan air. Mereka bingung, dan langsung berlari ke petugas terdekat.
“Pak, ini gimana tolnya kok banjir?” tanya Otong sesampai di pos petugas tol.
“Yah, memang ini yang namanya Tol Laut Pak Derp, Mas!” jawab petugas itu singkat.
Otong dan Herp bingung. Dan mereka saling memandang dengan tatapan kecewa.
“Benar juga, yah, katanya Pak Derp,” tiba-tiba suara Herp memecah kekesalan.
Otong semakin bingung, dan dia memukul Herp dengan pentungan Ustadz Cage.

Lamongan, 28 Januari 2015.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.