Cintai Aku Dengan Bahasaku

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera, Teman-teman!
Bertemu lagi bersama saya penulis yang tidak bisa menulis. Karena memang tulisan saya hanya sebatas ide yang terlintas.
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa satu, bahasa Indonesia”
Demikianlah cuplikan teks Sumpah Pemuda yang biasanya kita dengarkan hanya saat hari sumpah pemuda berkumandang.
Sumpah pemuda adalah hari dimana kita sebagai pemuda atau lebih kerennya generasi penerus bangsa ingat amanat yang kita bawa dalam dada masing-masing. Tidak ada kata yang lebih keren untuk mendeskripsikan tentang hari ini, mungkin karena salah seorang penciptanya adalah orang terdahulu, jadi masih kental akan kekolotan berbahasa sehingga namanya pun terkesan kolot kurang keren. Andai peristiwa sumpah pemuda itu diciptakan oleh generasi muda sekarang, mungkin nama itu akan sedikit keren dengan aksen ke-bule-bule-an yang bahkan penciptanya mungkin gagal paham.
Dalam opini saya kali ini, saya hanya ingin membahas satu saja isi dari sumpah pemuda. Tidak ada alasan lain karena memang saya mencintai bahasa Indonesia, dan saya ingin bukan hanya saya saja yang mencintainya. Di samping itu, keberadaan suatu bahasa adalah suatu identitas khusus bagi sang empunya bahasa. Dalam kata lain, bahasa adalah suatu ciri atau identitas dari sebuah bangsa dan negara. Maka dari itu, keberadaan bahasa sangatlah penting untuk diperhatikan dan dibahas.
Dalam aspek kehidupan di ilmu Antropologi, bahasa merupakan hal yang paling penting dan sentral untuk kehidupan di samping aspek-aspek lainnya seperti seni dan sosialisasi hidup. Tidak bisa dipungkiri memang, semua yang melekat di tubuh kita ketika masih hidup memang tak bisa luput sedikit pun dari peran bahasa itu sendiri.
Bahasa sebagai ciri atau identitas dari suatu bangsa dan negara bisa kita lihat dari sebuah planet yang bernama Bumi ini, yang penduduknya tidak hanya terdiri dari satu ras dan kesatuan. Di planet bulat ini, banyak sekali di luar sana negara yang terbentuk dengan identitas-identitas masing-masing yang paling menonjol dalam identitas tersebut adalah bahasa. Seperti bangsa Inggris yang identitasnya selain sebuah bangsa kerajaan juga dengan bahasa Inggrisnya, Tiongkok dengan bahasa Mandarinnya, Jepang dengan bahasa Jepangnya, Amerika Serikat dengan logat Amerikanya, dan tentunya Indonesia dengan bahasa Indonesianya. Semua punya identitas masing-masing dalam segi kebahasaan.
Semua orang tahu jika Inggris adalah bahasa internasional yang memang sekarang wajib setiap individu kurang lebih mengerti tentang bahasa tersebut. Setelah banyak sekali yang berspekulasi tentang kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional, saya lebih tertarik ke salah satu pemuka yang mengungkapkan bahwa, karena Inggris sendiri sangat mencintai bahasanya bahkan menghormatinya, dan itulah salah satu faktor kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional sekarang. Di samping itu memang karena bangsa Inggris juga merupakan bangsa yang maju dan adidaya. Tapi saya lebih suka karena mereka suka bahkan menghormati bahasanya sendiri. Kasus serupa juga dialami oleh salah satu negara Asia yang saat ini memang negaranya menjadi perbincangan di dunia dalam hal musik dan gaya hidup. Korea, ya Korea. Korea juga sangat mencintai bahasanya sendiri, sehingga musik-musik yang yang berbahasa Korea sangat cepat sekali mendunia. Ini merupakan karena mereka dibantu oleh warganya sendiri dalam menenarkan bahasanya sendiri sampai dikenal oleh bangsa lain termasuk Indonesia. Jepang juga demikian. Dan sebenarnya masih banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan suatu bangsa terkenal di dunia karena bahasanya. Dan saya lebih suka karena mereka memang mencintai bahkan menghormati bahasa bangsanya sendiri.
Sedangkan fungsi lainnya dari sebuah bahasa selain sebagai ciri atau identitas suatu bangsa dan negara, adalah sebagai pemersatu, bukan pembeda atau bahkan pemecah dari suatu kaum atau bangsa dan negara. Contoh kecil dari lingkup yang begitu besar adalah dalam kehidupan kita masing-masing yang notabene adalah kita sebagai warga negara Indonesia. Kita semua tahu, bahwa Indonesia adalah salah satu negara dari sekian banyak negara di dunia yang memiliki banyak sekali suku, dan dalam suku-suku tersebut tercipta banyak sekali macam bahasa dan budaya. Seperti suku Jawa dan Sunda, meskipun dalam suatu pulau kedua suku tersebut mempunyai perbedaan bahasa dan aksen yang sangat menonjol sekali. Dalam suku Jawa juga demikian, daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur pun sangat berbeda bahasanya meskipun mereka menggunakan bahasa yang sama. Dan yang lebih kecil lagi antara Surabaya dan Lamongan, meskipun kedua kota tersebut adalah tetangga tentulah sangat berbeda dalam pengucapannya. Dan juga seterusnya. Jawa dengan Sunda, Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Surabaya dengan Lamongan adalah salah satu contoh kecil dalam lingkup besar dalam perbedaan-perbedaan berbahasa.
Indonesia juga seharusnya punya suatu hal pemersatu antara suku-suku yang berbeda dalam contoh di atas. Dan bersyukurlah Indonesia memang punya itu, yang tentunya sudah sering sekali kita pakai di dalam menjalani kehidupan kita masing-masing. Adalah Bahasa Indonesia sendiri.
Coba anda bayangkan jika Indonesia dengan suku yang begitu banyak dan bahasa yang begitu melimpah di tiap-tiap sukunya tidak mempunyai sebuah hal pemersatu seperti bahasa ini. Tentunya jika kita dari Jawa ingin ke Sunda, kita akan kesulitan dengan bahasa mereka, dan mereka juga akan kesulitan untuk menerima kita. Itulah sedikit ilustrasi dari pentingnya bahasa sebagai hal pemersatu di negara yang begitu kaya akan suku dan bahasa ini.
Sebenarnya masih banyak sekali fungsi-fungsi bahasa terhadap suatu negara. Seperti Indonesia tentunya. Dan yang saya jelaskan di atas merupakan fungsi-fungsi bahasa terpenting menurut saya. Fungsi-fungsi yang lainnya mungkin bisa kalian pelajari di guru kalian masing-masing. Pak Google juga mungkin tahu tentang semuanya, tapi dia tak akan menjawab jika kalian juga tidak bertanya.
Mari. Cintai negara kita yang katanya istimewa ini dengan terlebih dulu mencintai bahasanya, dengan cara sesederhana mencintai, yaitu dalam arti selalu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar! Kalau tidak kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi? *sokorasi*
Salam sejahtera.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera, Teman-teman!
Bertemu lagi bersama saya penulis yang tidak bisa menulis. Karena memang tulisan saya hanya sebatas ide yang terlintas.
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa satu, bahasa Indonesia”
Demikianlah cuplikan teks Sumpah Pemuda yang biasanya kita dengarkan hanya saat hari sumpah pemuda berkumandang.
Sumpah pemuda adalah hari dimana kita sebagai pemuda atau lebih kerennya generasi penerus bangsa ingat amanat yang kita bawa dalam dada masing-masing. Tidak ada kata yang lebih keren untuk mendeskripsikan tentang hari ini, mungkin karena salah seorang penciptanya adalah orang terdahulu, jadi masih kental akan kekolotan berbahasa sehingga namanya pun terkesan kolot kurang keren. Andai peristiwa sumpah pemuda itu diciptakan oleh generasi muda sekarang, mungkin nama itu akan sedikit keren dengan aksen ke-bule-bule-an yang bahkan penciptanya mungkin gagal paham.
Dalam opini saya kali ini, saya hanya ingin membahas satu saja isi dari sumpah pemuda. Tidak ada alasan lain karena memang saya mencintai bahasa Indonesia, dan saya ingin bukan hanya saya saja yang mencintainya. Di samping itu, keberadaan suatu bahasa adalah suatu identitas khusus bagi sang empunya bahasa. Dalam kata lain, bahasa adalah suatu ciri atau identitas dari sebuah bangsa dan negara. Maka dari itu, keberadaan bahasa sangatlah penting untuk diperhatikan dan dibahas.
Dalam aspek kehidupan di ilmu Antropologi, bahasa merupakan hal yang paling penting dan sentral untuk kehidupan di samping aspek-aspek lainnya seperti seni dan sosialisasi hidup. Tidak bisa dipungkiri memang, semua yang melekat di tubuh kita ketika masih hidup memang tak bisa luput sedikit pun dari peran bahasa itu sendiri.
Bahasa sebagai ciri atau identitas dari suatu bangsa dan negara bisa kita lihat dari sebuah planet yang bernama Bumi ini, yang penduduknya tidak hanya terdiri dari satu ras dan kesatuan. Di planet bulat ini, banyak sekali di luar sana negara yang terbentuk dengan identitas-identitas masing-masing yang paling menonjol dalam identitas tersebut adalah bahasa. Seperti bangsa Inggris yang identitasnya selain sebuah bangsa kerajaan juga dengan bahasa Inggrisnya, Tiongkok dengan bahasa Mandarinnya, Jepang dengan bahasa Jepangnya, Amerika Serikat dengan logat Amerikanya, dan tentunya Indonesia dengan bahasa Indonesianya. Semua punya identitas masing-masing dalam segi kebahasaan.
Semua orang tahu jika Inggris adalah bahasa internasional yang memang sekarang wajib setiap individu kurang lebih mengerti tentang bahasa tersebut. Setelah banyak sekali yang berspekulasi tentang kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional, saya lebih tertarik ke salah satu pemuka yang mengungkapkan bahwa, karena Inggris sendiri sangat mencintai bahasanya bahkan menghormatinya, dan itulah salah satu faktor kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional sekarang. Di samping itu memang karena bangsa Inggris juga merupakan bangsa yang maju dan adidaya. Tapi saya lebih suka karena mereka suka bahkan menghormati bahasanya sendiri. Kasus serupa juga dialami oleh salah satu negara Asia yang saat ini memang negaranya menjadi perbincangan di dunia dalam hal musik dan gaya hidup. Korea, ya Korea. Korea juga sangat mencintai bahasanya sendiri, sehingga musik-musik yang yang berbahasa Korea sangat cepat sekali mendunia. Ini merupakan karena mereka dibantu oleh warganya sendiri dalam menenarkan bahasanya sendiri sampai dikenal oleh bangsa lain termasuk Indonesia. Jepang juga demikian. Dan sebenarnya masih banyak lagi faktor-faktor yang menyebabkan suatu bangsa terkenal di dunia karena bahasanya. Dan saya lebih suka karena mereka memang mencintai bahkan menghormati bahasa bangsanya sendiri.
Sedangkan fungsi lainnya dari sebuah bahasa selain sebagai ciri atau identitas suatu bangsa dan negara, adalah sebagai pemersatu, bukan pembeda atau bahkan pemecah dari suatu kaum atau bangsa dan negara. Contoh kecil dari lingkup yang begitu besar adalah dalam kehidupan kita masing-masing yang notabene adalah kita sebagai warga negara Indonesia. Kita semua tahu, bahwa Indonesia adalah salah satu negara dari sekian banyak negara di dunia yang memiliki banyak sekali suku, dan dalam suku-suku tersebut tercipta banyak sekali macam bahasa dan budaya. Seperti suku Jawa dan Sunda, meskipun dalam suatu pulau kedua suku tersebut mempunyai perbedaan bahasa dan aksen yang sangat menonjol sekali. Dalam suku Jawa juga demikian, daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur pun sangat berbeda bahasanya meskipun mereka menggunakan bahasa yang sama. Dan yang lebih kecil lagi antara Surabaya dan Lamongan, meskipun kedua kota tersebut adalah tetangga tentulah sangat berbeda dalam pengucapannya. Dan juga seterusnya. Jawa dengan Sunda, Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Surabaya dengan Lamongan adalah salah satu contoh kecil dalam lingkup besar dalam perbedaan-perbedaan berbahasa.
Indonesia juga seharusnya punya suatu hal pemersatu antara suku-suku yang berbeda dalam contoh di atas. Dan bersyukurlah Indonesia memang punya itu, yang tentunya sudah sering sekali kita pakai di dalam menjalani kehidupan kita masing-masing. Adalah Bahasa Indonesia sendiri.
Coba anda bayangkan jika Indonesia dengan suku yang begitu banyak dan bahasa yang begitu melimpah di tiap-tiap sukunya tidak mempunyai sebuah hal pemersatu seperti bahasa ini. Tentunya jika kita dari Jawa ingin ke Sunda, kita akan kesulitan dengan bahasa mereka, dan mereka juga akan kesulitan untuk menerima kita. Itulah sedikit ilustrasi dari pentingnya bahasa sebagai hal pemersatu di negara yang begitu kaya akan suku dan bahasa ini.
Sebenarnya masih banyak sekali fungsi-fungsi bahasa terhadap suatu negara. Seperti Indonesia tentunya. Dan yang saya jelaskan di atas merupakan fungsi-fungsi bahasa terpenting menurut saya. Fungsi-fungsi yang lainnya mungkin bisa kalian pelajari di guru kalian masing-masing. Pak Google juga mungkin tahu tentang semuanya, tapi dia tak akan menjawab jika kalian juga tidak bertanya.
Mari. Cintai negara kita yang katanya istimewa ini dengan terlebih dulu mencintai bahasanya, dengan cara sesederhana mencintai, yaitu dalam arti selalu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar! Kalau tidak kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi? *sokorasi*
Salam sejahtera.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.