Akronim 'Sanggun Ismayalomi' 19th

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera, Teman-teman!
Kembali lagi bersama saya, penulis yang tak pernah punya etika bahkan tata krama.
Kalau kemarin, puisi yang sempat terbesit idenya di tempat yang sangat fenomenal sekali yaitu di WC. Sekarang puisi ini dibuat di tempat yang lebih cocok dijadikan tempat paling inspiratif dibanding WC. Ya, di tempat tidur, pembaringan yang menjelma sebagai mesin waktu dimana bisa mengantarkan jiwa ini melayang ke berbagai tempat yang diinginkan bila perlu *alay*.
Sedikit catatan, sih, tentang puisi yang satu ini. Puisi yang satu ini tidak dibuat secara main-main. Bisa disebut sedikit spesial juga karena memang buat orang yang sedikit spesial *ciye*. Jangan berpikir buruk dan negatif dulu, puisi ini untuk teman yang bisa dibilang lebih dari teman, dalam artian masih tetap sahabat. Mungkin dia sahabat yang tidak seperti sahabat, sering bertengkar juga, musuhan juga, tapi tetap saja menarik. Sampai akhirnya tergugahlah hatiku untuk membuatkan sebuah puisi di hari ulang tahunnya kemarin.

Langsung saja dan inilah tulisannya :
Seperti pudarnya kesengsaraan dari dasar mentari
Anggunmu tak pernah tersaingi oleh semua materi dari dalam bumi
Nasibmu sebaik angan yang menebar melewati embun pagi
Gelisahmu seelok rona yang selalu tercetak manis di kedua pipimu
Gundahmu semakin membuat kedua pipi itu tak pernah padam dari merah tersipu-sipu
Untaian kata demi kata ini
Nestapa hadir bak cambukan maafku tak bisa menjemputmu
Indah sudah fasih aku ucapkan hanya untukmu
Senyum sudah fasih aku dapatkan dari potret yang mungkin bukan hanya kau untukku
Manis sudah fasih kau simpulkan saat bibirmu merekah, tersenyum bahagia
Anggun, sekali lagi namamu menafsirkan ayat-ayat Tuhan tentang keindahan
Yang mungkin kau tak begitu fasih menjalaninya dalam romansa kehidupanmu
Alangkah indahnya jika kau bisa menafsirkannya dengan lebih fasih
Lebih fasih dari nyiur yang melambai melalui alunan musik kalbu
Oh, wejanganku terlalu biasa untuk gadis seanggun-anggunnya Anggun
Maaf, kawan yang mungkin lebih tepat dengan sahabat
Indah kataku, hanya sebatas hasrat untuk membelai hitam rambutmu, untuk menyalurkan bisikan kalbuku padamu
'SELAMAT ULANG TAHUN, SANGGUN ISMAYALOMI'

Salam Sejahtera.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Lamongan, 18 Januari 2015.

Misbahul Munir

1 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.