Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera, Teman-teman!
Jumpa lagi bersama saya, seorang penulis yang tak
pernah bosan memberi sambutan yang sama di tiap tulisannya.
Memang lagi suka-sukanya menulis puisi, sih,
apalagi yang bertipe akronim. Bukan karena saya jago dalam pembuatannnya, tapi,
yah, kan lebih mudah. Karena sudah ada panduannya dalam menulis, panduannya
sendiri yah huruf awal dari puisi itu sendiri, namanya juga akronim. Alasannya
lagi, karena memang kebutuhan, apalah arti saya, seorang mahasiswa yang
berpenghasilan pas-pasan, dan tentunya tidak punya cukup rezeki untuk
membelikan sebuah kado, jadi, yah kado puisi saja, sekaligus hemat bin irit
*bokekbro*.
Yang ini untuk ketua kelas saya di kelas sebelas
dan dua belas. Wanita juga, dan dia sepertinya memang sunah muakad untuk
dikasih tulisan ini. Dia setidaknya sudah berupaya membimbing saya selama dua
tahun, dan setidaknya pernah memotivasi saya saat saya sedang terjatuh dan tak
bisa bangkit lagi *alaylagi*.
Langsung saja, ini dia puisinya :
Entah harus darimana aku mengujar
Mentari sudah tiada
Indahnya sudah sirna
Lamunan masih saja terjaga
Ingin seperti mentari yang tiada
Anggap saja aku memang tiada
Namun hanya untuk dalam dekapan mata
Untuk menghadirkan kesejukanku dalam ucapan
Rembulan itu anggaplah aku, yang selalu jujur
tanpa pura-pura
Cukup harimu dengan tangisan yang wajar
Hanya buntu membuat hatimu tertawa dengan lebar
Andai aku ada dalam matamu, apa yang akan kau
lakukan?
Sempatkah untuk menuntunku untuk keluar?
Ataukah hanya memendar-mendarkan cahayaku ke
sekitar?
Nikmatilah harimu ada atau tanpa aku
Aku hanya perusak jika hadir dalam palung
bahagiamu
Harimu akan menyenangkan jika kau memendamku dalam
ingatan
Entah harus darimana aku mengujar
Mentari sudah tiada
Indahnya sudah sirna
Lalu hanya waktuku yang mengucapkan ‘Selamat Ulang
Tahun, Emilia Nur Chasanah’
Bagaimana? Semoga berkenan.
Salam sejahtera.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Lamongan, 21 Januari 2015.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.
Jangan lupa sandalnya dibawa.