Setelah istilah-istilah yang tak senonoh sudah
bermunculan sejak jaman dahulu, kini muncul lagi yang lebih trendy dan mudah diingat di kalangan
masyarakat. Cabe-cabean mungkin sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat
pada umumnya. Belakangan ini, cabe-cabean berhasil merebut perhatian khalayak
ramai. Cabe-cabean merupakan bumbu muda dari pendahulunya seperti Pekerja Seks
Komersial (PSK), Wanita Tuna Susila (WTS), Wanita Jalang, Pelacur, dan istilah
lainnya yang mendeskripsikan tentang pekerjaan sangat kotor untuk kalangan
wanita pada umumnya.
Istilah cabe-cabean mulai dikenal oleh khalayak
ramai kurang lebih 2013 lalu. Cabe-cabean memang tak seperti PSK atau
sejenisnya pada aslinya, tapi cabe-cabean dalam pelakunya sendiri lebih muda
dan cenderung anak-anak di bawah umu, bisa dibilang bahwa inilah bibit-bibit
PSK pada masa mendatang. Cabe-cabean biasanya mempunyai tempat khusus dalam
melakukan operasi. Bukan di tempat-tempat resmi seperti diskotik, bar, hiburan
malam pada umumnya, tapi biasanya mereka berkumpul di bawah fly over atau jalan
bertingkat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan kota lainnya. Salah
satu alasan kenapa fly over dijadikan tempat magang mereka adalah karena di
sana banyak anak-anak muda yang mempertaruhkan nyawanya dengan ajang balap atau
drag liar. Dan tak ayal, cabe-cabean lah yang dijadikan bahan taruhannya.
Seperti umumnya wanita penggoda, para cabe-cabean
pun sama sekali tak keberatan jika dijadikan ‘piala bergilir’ bagi para
pemenang balapan. Yang penting, tujuan utamanya sudah terpenuhi. Biasanya
tujuan mereka gemar menjajakan tubuhnya di ajang-ajang seperti balap liar
adalah, menurut pandangan dari kaca mata mereka seorang cewek yang bisa
berboncengan dengan pembalap yang menang adalah suatu kepuasan tersendiri.
Apalagi pembalap tersebut kaya dan motornya bagus, serta modis.
Ciri-ciri yang sangat mencolok dari mereka adalah
penampilannya. Tak seperti gadis biasanya, cabe-cabean mempunyai gaya khusus
sebagai identitas dan jati diri mereka. Dan, harga mereka pun diketahui dengan
seberapa banyak dan menor tampilan mereka. Dari yang kelas lebih mahal di atas
rata-rata, mereka menandai dengan mengecat rambutnya dengan berbagai warna yang
sekiranya mereka suka, gigi berbehel pun bisa menjadi alternatif lain meskipun
kawat gigi tersebut aslinya malah lebih merusak dibanding merawat gigi mereka.
Sedangkan yang di bawah rata-rata, mereka cukup berdandan dengan pakaian yang
super minimalis, bedak yang tebalnya mungkin kira-kira satu senti, dan menonjolkan
bagian-bagian mereka yang seharusnya mereka tutupi. Kendaraannya pun bermacam,
tapi yang lebih dominan mereka pakai adalah motor matic yang dimodif menjadi
tak karuan, ban diganti menjadi ban cacing, knalpot dicopot sarangannya, dan
masih banyak lagi tingkah mereka yang mulanya tak enak dipandang mata malah
mereka lakukan. Kendaraan sendiri pun menjadi tolak ukur kelas mereka
masing-masing. Dan cara mereka berkendara sangan membahayakan orang lain jika
mereka berkendara di jalan raya. Biasanya mereka berboncengan sampai tiga
bahkan lebih, dengan satunya bermain telepon genggam, dan yang lainnya lagi
lebih bertingkah amoralis. Namun, mereka sepertinya menganggap nyawa bukanlah
segalanya. Terbukti dari cara mereka melakukan gaya hidup yang sangat menyimpang
dari orang-orang normal pada umumnya.
Saat melihat dandanan dan tingkah mereka yang
seperti itu. Mungkin sebagian dari masyarakat luas ada yang berfikiran demikian
: ‘melihat dandanan yang seperti itu,
berapa yang mereka dapatkan dalam satu malam? Apakah semewah yang mereka
keluarkan?’, ada juga yang lebih memilih acuh tak acuh melihat tingkah
mereka yang kelewatan batas.
Tenang. Mereka melakukan demikian tak semuanya
demi uang, kok. Mereka melakukan pekerjaan yang mereka pilih sendiri, dan yang
mereka pilih sudah tentunya mereka pikirkan secara matang-matang sebelum mereka
terjun menggandrungi pekerjaan yang tak senonoh itu. Dari berbagai sumber yang
telah saya baca mengenai cabe-cabean, mereka tak sepenuhnya memerlukan uang
melainkan mereka hanya mencari kepuasan batin, mencari ketenangan dan
kenyamanan dalam kehidupan mereka. Setiap manusia jelaslah mempunyai tingkat
kenyamanan yang berbeda-beda, contohnya saja orang normal seperti kita dan
orang sedikit berbeda (cabe-cabean) seperti mereka. Mereka adalah generasi
bangsa yang lebih cenderung merusak nama negaranya sendiri. Bagaimana tidak,
mereka hanya mementingkan kehidupannya dalam jangka pendek saja, dan tak
memikirkan tentang ‘setelah ini aku akan jadi apa?’. Sudah bisa menaiki motor
yang bagus, berpacaran bahkan tidur seranjang dengan pembalap yang menang pada
waktu itu pun mereka sudah puas, sudah senang tanpa harus menerima uang
sepeserpun. Apakah ini generasi bangsa yang Indonesia butuhkan?
Tanpa mereka sadari, mereka sebenarnya telah
menjual dengan murah bahkan menggratiskan harga dirinya kepada orang lain. Yang
sedemikian juga mereka telah menjual harga diri bangsa kita kepada orang lain
secara cuma-cuma atau gratis. Bayangkan, gratis?
Di satu sisi lainnya, cabe-cabean dicap sebagai
wanita penghibur yang mahal karena masih anak-anak dan cenderung polos. Mungkin
paradigma tentang cabe-cabean harus kita rubah seluruhnya dan secepatnya.
Mahal? Bayangkan, mereka menjajakan tubuhnya dengan murahnya di tengah arena
balapan. Bahkan mereka rela tak dibayar kalau mereka bisa menemani sang juara
untuk satu malam atau seterusnya. Tentunya gembok yang bisa dibuka dengan
segala kunci bukan gembok master, kan? Bahkan, cabe-cabean harganya lebih murah
dibanding cabe yang sebenarnya. Ini lumrah kan? Yang seperti kita ketahui
sebelum-sebelumnya, dengan pengulangan dua kali dan berakhiran –an lebih murah
harganya dibanding kata dasarnya. Contohnya, mobil dengan mobil-mobilan, motor
dengan motor-motoran. Pun cabe dengan cabe-cabean.
sebuah kata yang diulang 2 kali dan diberi imbuhan -an di belakangnya, itu semacam produk "tak asli" yg harganya jauh lebih miring. cabe-cabean tak semahal cabe di pasar.
BalasHapustapi satu yang pasti, penghasilan per kapita cabe-cabean tak sebanyak ayam kampus. hidup ayam kampus! :v
haha, beda kelas bung :v kalo cabenya dikasih label kayaknya lebih mahal deh :v
HapusSaya dukung gan :D
BalasHapushttps://multatulie.wordpress.com/2015/01/30/sengaja-memojokkan-kaum-hawa/
thks a lot gan :D mampir2 juga yah di postingan2 selanjutnya cheer
Hapus