Puisi Rindu

Lihatlah bibir pantai itu
Ombak yang menyapu daratan
Pasir putih yang kembali terbasahi
Burung-burung menari-nari bahagia di atasnya
Bak mengejek gadis cantik yang termenung di bawahnya

Dia nampaknya gundah gulana
Mencorat-coret pasir itu
Kemudian menghapusnya

Dia nampak sedang bimbang
Satu persatu bunga itu di tangannya
Dengan terjatuh bunga itu menangis sedih

Sang gadis terus-menerus menguras air matanya
Kemudian membaur berenang dengan sang ikan

Dan . . .
Gadis itu nampak menyeka air matanya
Bibirnya kembang-kempis bak bunga malam itu
Matanya bersinar bak rembulan malam
Kepalanya menegak!
Tertegun dan kaku saat itu
Siapa itu?
"Aku menunggumu kembali, Kekasih!"
Ucapnya terperanjat rindu yang mendalam

Misbahul Munir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.

Jangan lupa sandalnya dibawa.