19 Juli 2012
Tidurku yang hampir lelap terpaksa kubatalkan karena suara ayam di
samping rumahku yang berkokok indah karena sang surya yang menampakkan dirinya.
Pukul shubuh yang mataku masih tertutup oleh belek bekasku tidur tadi, dan harus
segera kuhilangkan dengan basuhan air wudhu, karena akan segera aku cepat-cepat
untuk menghadap sang kuasa, tak jarang aku teruskan tidurku setelah selesai
laporan kepada tuhan, mungkin saat ini memang liburan bulan puasa.
Sang fajar mulai berani menggeser kesejukan bulan dengan berdiri tinggi
di langit, dan saat itu sudah pukul 08.00, waktuku untuk benar-benar bangun dan
memulai aktifitas seperti biasa. Mulai dari sikat gigi hingga nanti sikat gigi
lagi persiapan untuk tidur. Beberapa saat setelah badan ini fresh karena
dikerumuni oleh air, kubergegas untuk mengangkat gerbang usahaku, yaitu warnet.
Usaha kecil-kecilan yang dibangun orang tuaku tentunya untuk anaknya ini, agar
betah di rumah anggapnya. Dan aku sangat menghargai itu.
Sudah beberapa jam mataku terpaku ke layar monitor sambil buka salah
satu situs jejaring social yang lagi trend saat ini, yaitu facebook. Meskipun
tak pantas aku melihat ini, tapi aku berambisikan yang besar agar melihat
sesuatu ini, apakah itu? Yaitu timeline sang mantan. Memang saat itu aku sedang
jomblo, karena beberapa bulan lalu aku putus dengan mantan terakhirku ini. Mrs.
M, hanya itu yang bisa aku ceritakan. Dia cantik, manis, baik hati pula, dan
sangat aku sayangi, meskipun hanya seorang mantan. Kebodohan terbesar saat itu,
karena aku telah menyia-nyiakan seseorang yang faktanya memang menyayangi aku,
tapi tidak kusambut dengan rasa sayang yang sama pula, dan bayanganku saat itu,
dia hanyalah sebatas mantan. Seseorang beranggapan bahwa mantan memang buruk,
dan jarang yang mau mengalami kejadian indah bersama mantan itu yang kedua
kalinya, hanya karena perbedaan pendapat yang menjadikan mereka putus. Tapi
tidak dengan aku, aku selalu membayangkan mendapatkan anugerah tuhan itu
kembali lagi, namun bayanganku saat itu adalah aku tidak mungkin bisa melakukan
hal itu, dan hanya tuhan yang mengetahui apakah aku layak bersanding dengannya
lagi.
Kring. . . Kring. . . Kring. . .
Ringtone jadul di ponselku berbunyi keras, dan sangat terkejut karena
itu pesan singkat dari sang mantan, yaitu Mrs. M, perasaan saat itu sangat
amburadul, bahkan mungkin jika aku menjilat garam, rasanya seperti aku menjilat
gula, sangat kagetnya diriku saat itu.
“hai…” isi pesannya tersebut.
“hai juga J”
balasku singkat dengan nada berharap pesan itu tidak salah kirim.
Beberapa konversasi sudah terajut di suasana yang indah namun seperti
mimpi. Ratusan basa-basi tak penting sudah tercatat indah di ponsel Nokia C3-00
tersebut. Sampai akhirnya tak disangka bahwa hampir mau masuk waktu ashar,
sebelum aku melanjutkan basa-basi tersebut aku pamitan untuk menghadap sang
tuhan lagi. Badan sudah wangi dengan suasana religious aku melanjutkan sms-an dengan Mrs. M.
Awalnya aku hanya mencoba menanyakan beberapa hal yang sekarang mungkin
sudah dianggap basi, yaitu tentang “apakah
kamu masih sayang aku?”. Tapi betapa kagetnya saat itu, dan dia jawab
dengan kata-kata singkat namun manis, dia menjawab “iya!”. Rasanya mau loncat sana-sini karena jawaban sang Mrs. M
tadi. Aku mulai mengajaknya untuk mencoba lagi, membangun kembali kepingan
cerita yang dulu sudah runtuh akibat keegoisanku, dan saat ini aku ingin
mencobanya kembali. Aku sangat menginginkan dia menerima tawaranku tersebut.
And then, take offer!. Sangat senang campur bahagia dan rasa tak percaya, seorang
yang sudah sangat lama berpisah, namun tersatukan kembali karena ridho Allah,
mengingatkanku tentang cerita Adam dan Hawa yang karena kegigihannya, Allah
menyatukan mereka kembali, seperti kegigihanku dalam do’a agar dipertemukan
lagi dengan Mrs. M, dan akhirnya kami resmi pacaran kembali.
Dan wajib diingat peristiwa itu, peristiwa 19 Juli 2012. Bahagia kita
bersama, Duka kita takkan terpisah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir. Perlu penegasan, bahwa apapun yang tertulis di sini adalah pengolahan kata dan pengembangan pemikiran dari saya pribadi.
Jangan lupa sandalnya dibawa.